Sponsor Platinum
Hotline
call us
  • 0274 655 7500
  • 0274 552 665
Post a job? Click Here.

Pekerjaan Hilang, Hati-Hati Kondisi Mental!

Ditulis oleh Rita Pamilia | 16 August 2012 14:47 WIB
Setiap peristiwa kehilangan akan mengguncangkan jiwa, baik dalam skala ringan maupun berat. Menurut skala stres Holmes-Rahe, dipecat dari pekerjaan merupakan pengalaman hidup paling menekan selain kematian pasangan dan meringkuk dalam penjara. Ketika kehilangan pekerjaan, kesehatan mental seseorang akan terganggu. Demikian seperti dikutip dari Kompas Female.

Sebuah studi mengenai hal ini telah dilakukan oleh tim peneliti di bawah pimpinan Connie Wanberg, Dekan Carlson School of Management, University of Minnesota.
 
Studi dilakukan terhadap 177 pengangguran untuk menguji perkembangan mental mereka saat kehilangan pekerjaan. Hasil observasi menunjukkan, ketika baru menjadi pengangguran, kesejahteraan mereka masih dalam kondisi stabil karena masih ada uang PHK. Keadaan menjadi berbalik setelah 10-12 minggu mereka belum juga memperoleh pekerjaan baru. Hal ini membuat mereka merasa ditolak dan tertekan.
 
Selain merasa ditolak dan tertekan, para pengangguran juga merasa kesepian, kehilangan kepercayaan diri, merasa tidak aman karena tidak ada jaminan kesejahteraan, dan mengalami tekanan untuk mendapatkan pekerjaan baru secepatnya. Dengan demikian, seperti diungkapkan Wanberg, seseorang harus memiliki motivasi dan penghargaan pada diri sendiri saat mencari pekerjaan.
 
Dalam skema hubungan antara pekerjaan dengan kondisi psikologis, kondisi ini berada pada posisi umum. Pada kondisi ini seseorang tidak bekerja sekaligus mengalami gangguan psikologis. Hal ini dikarenakan bekerja juga merupakan pemenuhan kebutuhan psikologis. Selain dapat memenuhi segala kebutuhan, dengan bekerja seseorang akan mendapatkan kepuasan dan kebanggaan karena selalu aktif mendayagunakan kemampuannya. 
 
Ada banyak cara untuk mengurangi stres karena kehilangan pekerjaan yang dapat berdampak pada gangguan mental. Bruce Weinstein, Ph.D., seorang pakar etika, menyarankan sejumlah langkah untuk mengurangi stres setelah kehilangan pekerjaan.

Pertama, seseorang harus meredam kemarahan dan menyadari bahwa akan selalu ada hal-hal di luar kehendak yang pasti terjadi. Kadang sesuatu terjadi tidak selalu karena perbuatan kita atau apa yang telah kita lakukan.
 
Selanjutnya, dalam proses mencari pekerjaan seseorang harus menjadi self-promoter dengan menunjukkan kelebihan dan keterampilan yang berguna dalam pekerjaan barunya. Orang lain tidak akan pernah tahu kelebihan Anda bila Anda tidak menunjukkannya. Akan lebih baik lagi, bila Anda juga menunjukkan rekomendasi dari atasan sebelumnya. Rekomendasi terbaik dapat menjadi pertimbangan bagi Anda untuk dapat diterima di tempat kerja yang baru.
Tidak ada salahnya juga untuk membiarkan diri Anda dalam perasaan sedih untuk sementara waktu. Justru dengan demikian, Anda lebih cepat bangkit kembali. Setelah itu, tanamkan pada diri Anda untuk terus berpikir positif. Bukan tidak mungkin, kehilangan pekerjaan merupakan awal untuk hal lain yang lebih baik dalam hidup Anda. ^^ [CN/Rfk]
Lowongan