Hotline
call us
  • 0274 655 7500
  • 0274 552 665
Post a job? Click Here.

Mengubah Emosi dengan Relaksasi

Ditulis oleh Rita Pamilia | 12 August 2012 09:58 WIB
Pengungkapan emosi secara tepat sangat penting dalam membangun hubungan dengan orang lain. Tidak ada salahnya bagi seseorang untuk meningkatkan keterampilan kesadaran emosional (emotional awareness).

Dalam proses komunikasi, sebenarnya manusia lebih banyak menggunakan isyarat-isyarat nonverbal. Isyarat nonverbal meliputi juga emosi seperti rasa takut, marah, sedih, senang, dan sebagainya. Mau tahu lebih dalam tentang komunikasi dan kesadaran emosional, simak artikel berikut ya.
 
Kenali Emosi Diri dan Sesuaikan dengan Situasi Anda
 
Kesadaran emosional adalah suatu keadaan di mana seseorang menyadari emosi atau perasaannya. Orang yang sadar secara emosional akan memahami bahwa dirinya sedang marah, senang, sedih, atau merasakan emosi lainnya. Lantas, kenapa orang harus menyadari emosinya sendiri? “Pada titik tertentu, emosi bisa membajak rasio dan membuat kita menjadi something different,” terang Rudi Widiyanto, M.Psi, psikolog. 
 
Contohnya adalah ketika sedang merasa senang atau optimis, orang cenderung bersikap aktif. Sebaliknya, bila seseorang merasa sedih atau depresi, ia akan merasa lelah dan cenderung tidak melakukan apapun. Begitu juga dalam bekerja. Ketika seseorang bekerja dengan penuh motivasi, maka ia akan memiliki pencapaian kerja yang baik.
 
Setelah mengenali emosi diri, selanjutnya seseorang harus menyesuaikan kondisi emosi dengan situasi. Ini bukan berarti seseorang tidak boleh memiliki emosi negatif seperti marah atau sedih. Hanya saja, orang perlu memperhatikan situasi. Misalnya, tentu Anda tidak mungkin mengeluarkan kemarahan dalam kondisi Anda sedang menjalani rangkaian tes pekerjaan. Hal tersebut akan berpengaruh pada hasil tes.
 
3 Langkah Mengubah Emosi Menjadi Lebih Rileks

Umumnya emosi negatif ditepis dengan cara mengubahnya menjadi emosi yang lebih rileks atau lebih bersemangat. Anda dapat mencoba cara-cara berikut ini:
 
1. Musik dan lagu. Anda dapat memilih lagu yang berirama sedang sampai lambat (easy listening) untuk membuat Anda lebih rileks. Akan lebih baik lagi bila Anda mendengarkan musik instrumental tanpa lirik. Sementara untuk membangkitkan semangat, pilih musik berirama sedang sampai cepat (upbeat) dengan lirik yang positif. Anda dapat membuat sendiri daftar lagu (playlist) yang dapat digunakan sewaktu-waktu ketika butuh perasaan rileks atau semangat.
 
2. Mengingat keberhasilan di masa lalu. Anda juga dapat mengingat kesuksesan yang telah Anda raih sehingga Anda kembali bersemangat. Hal ini dapat terjadi karena pada dasarnya otak tidak dapat membedakan bayangan: apakah itu masa lalu, masa kini, atau hanya imajinasi. 
 
3. Mengubah sikap fisik. Emosi negatif juga dapat diredam dengan mengubah sikap fisik. Hal ini dikarenakan setiap emosi memiliki perubahan fisik masing-masing. Misalnya ketika merasa takut atau gelisah, Anda akan tegang. Anda dapat menguranginya dengan berjalan-jalan sebentar.
 
“Namun mengubah emosi bukanlah solusi masalah, hanya perantara agar bisa berpikir jernih dalam suatu situasi,” tambah Rudi. Tentunya mengenali emosi kemudian menyesuaikannya dengan situasi akan mempermudah Anda dalam memotivasi diri dan membangun hubungan baik dengan orang lain. Selamat mencoba! ^^ [CN/Rfk]
 
Lowongan
ECC Polling
Apa yang Membuat Anda Memutuskan Untuk Melamar Suatu Posisi Pekerjaan Secara Online?
Karena bisa dilakukan kapan dan di mana saja
Lebih murah dibanding melamar secara konvensional
Mudah mencari jenis pekerjaan yang diinginkan
Bisa coba-coba, siapa tahu dapat!
Lain-lain