D-Day XI : The Indolent Invasion

You’ll never stop to worry about what might come, and cannot help to compare it with what you got before. The worst part is, it’s always easy to feel depressed when you think that you got the last one was better. Iki ngomong opo jeh? >,<” . Judulnya D-Day. Dareer Days? >,<” .  Karena hari ini, kebetulan ada Career Days going around me, a sleepyhead on a dole and Career Days official shirt,  rasanya tidak ada tiupan-tiupan ilham untuk mengarang bebas tentang hal lain.

The thing is, apabila kita mendengar D-Day, benak kita akan melayang ke pendaratan sekutu di Normandia yang legendaris itu. Momen yang arguably adalah klimaks dari perang dunia II di Eropa. Kalau di translasi ke Bahasa Indonesia, Hari H, maka tidak ada asosiasi khusus. Paling pol ya perhelatan-perhelatan seperti pernikahan, kelahiran dan sebagainya.

So, it’s a D-Day of yet another Career Days. Off schedule memang, karena biasanya bulan Agustus atau September, atau paling cepat akhir Juli. But here we are. Karena nanggungnya jadwal wisuda dan Bulan Ramadhan, ECC UGM mencoba sesuatu yang baru tahun ini, tiga Career Days dalam setahun. Berikutnya adalah bulan Oktober, insya ALLAH. The idea is, untuk memberikan semakin banyak kesempatan kepada perusahaan untuk merekrut, kesempatan bagi rekan-rekan calon profesional muda untuk direkrut, kesempatan bagi rekan-rekan mahasiswa untuk belajar, kesempatan untuk rekan-rekan pengusaha kuliner membuka lapaknya di food court, dan semua pihak-pihak terkait dengan kesempatannya masing-masing. Untuk ECC UGM sendiri, mudah-mudahan semakin familiar untuk disebut dengan benar. Bukan EECya  tapi ECC >,< .

Satu cahaya tinggi (highlight) dari D-Day ini adalah, tidak berjubelnya lagi rekan-rekan jobseeker di arena Career Days ini. Di satu sisi, ada hal yang hilang. Karena seperti kebanyakan orang yang buat event, tentunya harapannya adalah eventnya ramai, gayeng, penuh. Acuan paling mudah kesuksesan suatu event. However, ketika ramai, berjubel, adalah rekan-rekan jobseeker yang dikorbankan. Career Days yang lalu bahkan tidak sedikit teman-teman yag habis waktunya selama dua hari, hanya untuk antri ke satu perusahaan saja. Sudah bedaknya jadi pembalut, hemnya jadi seperti kaosnya Taufik Hidayat habis badminton 5 set, kalah lagi, and other miserable things You can imagine.

Pada kesempatan ini, rekan-rekan jobseeker bisa memilih pekerjaannya dengan tenang, tidak berdesak-desakkan, bahkan sambil senyum-senyum tebar pesona. Barangkali yang sedikit mengkhawatirkan kami adalah, dari pihak perusahaan tidak akan mendapat pilihan kandidat sebanyak Career Days yang lalu. Mudah-mudahan bisa tertutup targetnya dengan kandidat yang ada saat ini. Kalaupun tidak, bisa ditutup dengan kandidat dari fasilitas lamar online ECC UGM yang memang kebetulan berhalangan hadir saat ini.

Ketika sekutu, ingin buru-buru menyelesaikan perang dengan operasi kebun pasarnya (market garden), they’re a bridge too far. Tinggal sedikit saja, tapi tetap toh hasilnya adalah gagal. Dengan santai, pelan-pelan tapi pasti, we have time and space in our side, mudah-mudahan Career Days ini mencapai tujuannya. Manfaat yang sebesar-besarnya untuk sebanyak-banyak pihak. Amin.

About joel

Bima Ardhitya, ECC's External Dept. Head

Leave a comment

Add your comment below, or trackback from your own site. You can also subscribe to these comments via RSS.

Your email is never shared. Required fields are marked *