Youth is the breath of everlasting history. You must entrust your future dream and hope to the next generation, not that you got options. Di masa awal-awal peradaban manusia, orang mempunyai anak semata-mata untuk meneruskan generasi. Survival. Jadi simpel saja konsepnya, kita berusaha punya anak sebanyak-banyaknya agar anak-anak kita itu nanti juga punya anak sebanyak-banyaknya. Dengan semakin banyaknya anak, maka peluang untuk lestarinya generasi semakin besar. Jadi lembaga yang kompleks secara infrastruktur dan suprastruktur seperti negara, PBB, dan universitas pun tidak diperlukan pada masa itu, apalagi career center.
Hari ini kita hidup di dunia yang ruwet dengan konsepsi, visi dan misi. Belum lagi distribusi, konsumsi, interupsi, administrasi, profesi,
transportasi, korupsi, propagasi, sanitasi, konjugasi, demokrasi, justifikasi, audisi, garasi, sambel-terasi /*I can do this all day, not proud of it/* , dan masih berjuta ‘si, si’ yang lain, termasuk yang tidak pantas ditulis di sini. Tahun ini, sedianya populasi /*there, another ‘si’ detected/* penduduk dunia mencapai 7 miliar, dan terus bertambah dengan hitungan deret ukur. Masing-masing kepala membawa ‘si, si’ nya sendiri sendiri. Saking bingungnya, orang-orang mulai berpikir untuk membatasi populasi dengan segala cara. Termasuk menunda-nunda untuk menikah /*hahah, please do not read this blog seriously*/. Bayangkan berapa banyak ‘si’ yang harus dihapal anak-anak kita sekarang.
ALHAMDULILLAH, ECC UGM didominasi /*theeethoooot, another ‘si’ detected/* oleh anak-anak muda yang sedang subur-suburnya. Satu dua tahun terakhir ini ada adek baru di sini hampir setiap dua, tiga bulan. Minimal setiap caturwulanlah seperti THB*). Lahir satu hamil se-ibu, masuk satu cuti se-ibu. Jadi susah juga mengagendakan family gathering yang bisa dihadiri semua. However, it’s never ending laughter down here at our office. In a sun shiny ordinary day, baby breeds
cheeriness, no?
Orang-orang merindukan pemimpin yang mengayomi, penegak hukum yang adil, pemuka agama yang menyejukkan, pengusaha yang jujur, ilmuwan yang bermoral, orang tua yang baik, anak yang sholeh, rakyat yang taat, career center yang great jobs within a click dan lain-lain. Pada Irbath, Aila, Zaky, Faiz, Ibrahim, Khanza, Albi, Keynand, Almira, Azka lah /*ada yang terlewat?/* kami letakkan mimpi-mimpi itu untuk wujud. Termasuk juga mimpi ECC UGM untuk memberi kemanfaatan untuk sebanyak-banyaknya orang /*ndak pakai si-si an/*. Jika dari 7 miliar penduduk dunia, 1 miliarnya saja punya jiwa melayani dan memberi manfaat, what a beautiful world it would have been.
Jadi Om Yudhi kapan, Om? /*hahah, one of greatest perks of being a seasonal blogger, we write whom we want.
*) THB = Tes Hasil Belajar, evaluasi hasil belajar siswa SD jaman ketika saya masih kecil setiap 4 bulan sekali.

3 Comments
my baby khansa … (foto bayi cewek pake jilbab kuning)
heheh…
Its like you read my thoughts! You appear to understand a lot about
this, like you wrote the e book in it or something.
I believe that you simply could do with a few percent
to force the message home a little bit, but other than that, that is magnificent blog.
A fantastic read. I will certainly be back.